![]() |
| Ketua Pansus I DPRD Sumsel, Drs. H. Tamrin, M.Si, |
PALEMBANG.CROSCEK.com - Meski realisasi program tahun 2025 hampir mencapai 100 persen, efisiensi anggaran di tahun 2026 menjadi tantangan baru bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumatera Selatan.
Ketua Pansus I DPRD Sumatera Selatan, Drs. H. Tamrin, M.Si, menegaskan seluruh OPD harus tetap mampu bekerja optimal meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat pansus bersama sejumlah OPD di Kantor DPRD Sumsel, Selasa (14/04/2026) malam.
“Untuk tahun 2025, capaian kinerja OPD cukup baik. Dari sisi fisik kegiatan, hampir 100 persen terealisasi,” ujarnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi tantangan tersendiri karena kebijakan efisiensi anggaran kembali diberlakukan.
“Ke depan, kami mendorong seluruh OPD agar lebih efektif dalam penggunaan anggaran. Dengan anggaran yang lebih kecil, kinerja harus tetap maksimal,” tegasnya.
Selain itu, Pansus I juga memberikan sejumlah catatan penting, di antaranya peningkatan kinerja, evaluasi program, serta penguatan publikasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Tak hanya itu, aspek keamanan juga menjadi sorotan, khususnya di Dinas Kearsipan yang dinilai masih kekurangan personel pengamanan. Hal ini penting mengingat pernah terjadi kasus kehilangan arsip, sehingga diperlukan penambahan personel, termasuk melalui mekanisme outsourcing.
Di sisi lain, Tamrin juga menyoroti masih adanya ketidaktepatan dalam perencanaan anggaran, terutama pada alokasi gaji dan honor. Perubahan skema ke Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menyebabkan perbedaan struktur penggajian dan berdampak pada munculnya sisa anggaran (silpa).
Meski demikian, secara umum Pansus I menyimpulkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dapat diterima karena telah sesuai dengan realisasi kinerja OPD.
“Harapan kami, seluruh OPD ke depan lebih kreatif, inovatif, dan responsif terhadap regulasi, sehingga tetap mampu menjalankan program secara optimal meski dalam keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (*)
