• Jelajahi

    Copyright © croscek.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Perjuangan Dewi Yustisiana Hadirkan Listrik untuk Sungai Aur

    Kamis, 02 April 2026, 17:20 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Dewi Yustisiana,SH.M.Kn, Anggota DPR RI dari Partai Golkar Dapil Sumsel II. (paling kanan) sedang menyalakan meteran listrik.

    OKI.CROSCEK.com - Bagi sebagian orang, listrik adalah hal biasa. Namun bagi warga Dusun Sungai Aur, Desa Pedamaran IV, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI, listrik adalah harapan yang lama dinanti. 


    Harapan itu akhirnya terwujud, tak lepas dari peran Anggota DPR RI dari Partai Golkar, yakni Dewi Yustisiana, yang menjadikan aspirasi warga sebagai perjuangan nyata.


    Perjalanan menghadirkan listrik ke Sungai Aur bukanlah cerita instan. Semua berawal dari sebuah kunjungan sederhana yang dilakukan Dewi Yustisiana sekitar tujuh hingga delapan bulan lalu.


    Saat itu, politisi partai Golkar itu datang bukan sekadar menyapa, tetapi mendengar langsung kebutuhan mendasar masyarakat.


    Aspirasi mengenai kebutuhan listrik sebenarnya telah lebih dulu diterima oleh timnya di wilayah OKI. Namun, Dewi datang langsung memastikan sendiri kondisi di lapangan. Bahkan, dalam kunjungan pertamanya, ia langsung mengajak pihak PLN untuk melakukan survei.


    “Alhamdulillah, sekarang Desa Sungai Aur sudah masuk listrik dan mulai menyala. Sekitar tujuh sampai delapan bulan lalu, saat saya melakukan kunjungan reses ke sana, saya langsung mengajak PLN untuk melakukan survei. Karena sebelumnya aspirasi dari kepala desa sudah masuk ke tim kami di OKI,” ujarnya. Minggu (22/03/2026)


    Langkah cepat tersebut menjadi titik awal dari sebuah proses panjang. Dewi tidak berhenti pada kunjungan, tetapi terus mengawal aspirasi itu hingga masuk dalam prioritas program elektrifikasi desa.


    Di tengah keterbatasan kuota program dan banyaknya daerah yang juga membutuhkan, perjuangan itu tidak mudah. Dusun Sungai Aur, dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau, karena terletak di daerah perairan menjadi tantangan tersendiri bagi pembangunan jaringan listrik.


    “Sejak itu, kami terus memperjuangkannya. Kuota program ini terbatas, sementara masih banyak desa yang belum mendapatkan listrik. Ditambah lagi kondisi geografis yang cukup sulit untuk dijangkau dengan jaringan listrik konvensional,” Ucap Dewi


    Namun, konsistensi pengawalan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Program listrik desa mulai direalisasikan pada awal 2026, diawali dengan penyambungan listrik bagi sekitar 50 kepala keluarga.


    Seiring rampungnya pembangunan jaringan oleh PLN, listrik kini telah menjangkau hampir seluruh warga di Dusun Sungai Aur, yakni sekitar 400 KK atau kurang lebih 1.200 jiwa.


    Bagi masyarakat, manfaat listrik kini terasa nyata, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Jika sebelumnya mereka harus belajar dengan penerangan seadanya dari lampu minyak, kini mereka bisa belajar dengan lebih nyaman di malam hari. Kondisi ini membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk meraih pendidikan yang lebih baik dan perlahan mengubah masa depan mereka.


    Bagi Dewi, keberhasilan ini bukan sekadar capaian program, tetapi bentuk nyata dari fungsi representasi seorang wakil rakyat menghubungkan suara masyarakat dengan kebijakan pemerintah.


    Dari ruang sidang di Senayan Jakarta hingga ke pelosok Sungai Aur, perjuangan itu kini berbuah terang. 


    Listrik yang mulai menyala di rumah rumah warga bukan hanya menerangi malam, tetapi juga menjadi simbol bahwa masa depan yang lebih baik kini mulai terlihat, terutama bagi anak anak generasi muda di dusun Sungai Aur dapat tumbuh bersama cahaya harapan. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini