![]() | |
|
PALI.CROSCEK.com — Maraknya praktik investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah SH MH, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan yang kerap menjadi jebakan investasi bodong.
Peringatan tersebut disampaikannya dalam bentuk gambar kampanye flyer yang diunggah melalui media sosial miliknya pada Jumat (10/04/2026).
Melalui media visual tersebut, Firdaus mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok investasi.
Dalam pernyataannya, Firdaus menegaskan bahwa masyarakat harus semakin cerdas dan kritis dalam menyikapi berbagai tawaran investasi yang beredar, terutama yang tidak memiliki kejelasan legalitas.
“Investasi sehat selalu memiliki risiko yang seimbang, bukan keuntungan instan. Masyarakat jangan mudah tergiur janji untung besar dalam waktu cepat,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah ciri investasi bodong yang perlu diwaspadai antara lain janji keuntungan tidak masuk akal, penggunaan testimoni palsu, hingga mencatut nama tokoh atau lembaga tertentu untuk meyakinkan calon korban.
Firdaus juga mendorong masyarakat untuk lebih proaktif melindungi diri dengan langkah-langkah sederhana namun penting. Di antaranya, melakukan pengecekan legalitas perusahaan dan izin resmi sebelum berinvestasi, serta meningkatkan literasi keuangan agar memahami dasar-dasar investasi.
“Kalau menemukan indikasi penipuan, segera laporkan kepada aparat. Jangan menunggu sampai kerugian semakin besar,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun sikap kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan finansial. Menurutnya, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari jeratan investasi ilegal yang semakin beragam modusnya.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Kabupaten PALI disebut akan terus mendorong edukasi kepada masyarakat, memperketat pengawasan, serta memastikan perlindungan hukum bagi korban investasi bodong.
Firdaus pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman tersebut.
“Ayo bersama-sama menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan,” pungkasnya. (*)
