![]() |
| Kepala Dinas Damkar Kota Palembang, Kemas Haikal, S.Kom |
PALEMBANG.CROSCEK.com– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palembang mencatat capaian waktu tanggap (response time) sebesar 95 persen dalam evaluasi kinerja tahun 2025. Meski tergolong baik, angka tersebut belum mencapai target maksimal 100 persen.
Kepala Dinas Damkar Kota Palembang, Kemas Haikal, S.Kom., mengatakan target waktu tanggap utama adalah kurang dari 15 menit hingga tiba di lokasi kejadian.
“Capaian saat ini sudah sekitar 95 persen, namun memang belum bisa menyentuh 100 persen,” ujarnya. Senin (13/04/2026)
Haikal menjelaskan, belum optimalnya waktu tanggap dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan, terutama akses menuju lokasi kebakaran dan keterbatasan infrastruktur.
Salah satu persoalan utama adalah minimnya jumlah pos pemadam. Saat ini, Damkar Palembang baru memiliki 8 pos, sementara kebutuhan ideal mencapai 14 pos agar jangkauan layanan lebih merata.
“Penambahan pos sangat diperlukan agar respon time bisa lebih cepat dan maksimal,” jelas Haikal.
Selain itu, keterbatasan armada juga menjadi tantangan. Hingga kini, Damkar Palembang memiliki 37 unit kendaraan operasional yang tersebar di 8 pos, jumlah yang dinilai belum ideal.
“Ke depan akan kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Terkait potensi kebakaran, Haikal menyebut bangunan berbahan kayu masih menjadi salah satu faktor risiko tinggi. Namun, ia menegaskan, kerawanan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh jenis material bangunan.
“Banyak faktor lain yang juga mempengaruhi potensi kebakaran,” katanya.
Melalui evaluasi ini, Damkar Palembang menargetkan peningkatan kualitas layanan, percepatan waktu tanggap, serta mendorong penambahan sarana dan prasarana guna mengoptimalkan penanggulangan kebakaran.(*)
