• Jelajahi

    Copyright © croscek.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    iiklan headline

    Alumni Kecam Penyegelan Kantor BPH, Jangan Korbankan Marwah Universitas PGRI Palembang

    Jumat, 19 Juni 2026, 21:35 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang (FORKA UPGRIP)

    PALEMBANG.CROSCEK.com – Aksi penyegelan Kantor Badan Pelaksana Harian (BPH) Universitas PGRI Palembang menuai kecaman dari Forum Keluarga Alumni Universitas PGRI Palembang (FORKA UPGRIP). Organisasi alumni tersebut menilai tindakan tersebut tidak hanya memperkeruh konflik internal yang sedang terjadi, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik kampus di mata publik.


    Koordinator FORKA UPGRIP, David Saputra, mengatakan polemik yang terjadi di lingkungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan jalur hukum yang berlaku, bukan melalui tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan di lingkungan akademik.


    Menurutnya, penyegelan kantor BPH telah memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat dan berpotensi merusak citra Universitas PGRI Palembang yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Sumatera Selatan.


    “Peristiwa ini sangat disayangkan karena telah menjadi konsumsi publik dan mencederai marwah kampus yang selama ini dibangun dengan kerja keras seluruh civitas akademika dan alumni,” ujar David dalam keterangannya, Jumat.(19/06/2026)


    FORKA UPGRIP menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk tindakan sepihak, intimidasi, maupun upaya-upaya yang dinilai dapat mengganggu stabilitas dan tata kelola perguruan tinggi.


    David menilai, sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas PGRI Palembang memiliki otonomi dalam menjalankan roda organisasi dan aktivitas akademiknya. Karena itu, setiap persoalan yang muncul semestinya diselesaikan secara elegan, mengedepankan aturan organisasi, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.


    “Jangan sampai konflik internal justru mengganggu proses pendidikan, aktivitas akademik, maupun pelayanan kepada mahasiswa. Kampus harus tetap menjadi ruang pendidikan yang kondusif dan bermartabat,” tegasnya.


    Lebih lanjut, FORKA UPGRIP menyatakan dukungan terhadap penyelesaian sengketa melalui jalur yang sah dan konstitusional. Organisasi alumni itu juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri serta mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas dan reputasi institusi.


    Menurut David, konflik yang berkepanjangan hanya akan merugikan banyak pihak, terutama mahasiswa yang seharusnya menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.


    “Kami mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama menjaga nama baik Universitas PGRI Palembang. Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal yang wajar, namun penyelesaiannya harus dilakukan secara bijak, bermartabat, dan sesuai aturan,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    HUKUM

    +