• Jelajahi

    Copyright © croscek.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kapolri Serap Aspirasi Driver Ojol di Palembang, Kedai ADO Presisi Jadi Ruang Istirahat dan Dialog

    Minggu, 08 Maret 2026, 00:46 WIB
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kedai ADO Presisi Palembang. Sabtu (07/03/2026) Malam

    PALEMBANG.CROSCEK.com – Kunjungan kerja Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo ke Palembang tidak hanya diisi agenda seremonial. Kapolri memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog langsung dengan para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan.


    Pertemuan yang berlangsung di sekretariat DPD Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan di Jalan Hockey Kampus, Palembang, Sabtu (7/3/2026) itu juga dirangkaikan dengan peresmian Kedai ADO Presisi. Peresmian dilakukan bersama Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas pengemudi transportasi daring di daerah tersebut.


    Kedai tersebut disiapkan sebagai ruang berkumpul sekaligus tempat makan bagi para driver ojol dengan harga yang lebih terjangkau. Kehadirannya diharapkan dapat membantu para pengemudi menghemat pengeluaran sehari-hari, sekaligus menyediakan tempat beristirahat setelah beraktivitas di jalan.


    Dalam dialog bersama para driver, Kapolri membuka ruang bagi para pengemudi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi saat bekerja.


    “Tadi kita berbincang langsung mengenai kebutuhan mereka, apa saja yang diharapkan dari kepolisian, termasuk aspirasi dan keluhan yang bisa kami bawa ke tingkat pusat,” ujar Kapolri.


    Menurutnya, komunikasi langsung dengan komunitas pengemudi ojol menjadi langkah penting agar kebijakan yang diambil dapat menjawab persoalan nyata di lapangan.


    Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai kehadiran transportasi daring telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.


    Ia menyebut profesi pengemudi ojol mampu membuka peluang kerja bagi banyak orang, sehingga turut membantu menekan angka pengangguran di Sumatera Selatan.


    “Pekerjaan ini tidak perlu diperdebatkan apakah formal atau informal. Selama dapat menjadi sumber penghasilan yang layak bagi masyarakat, tentu harus kita dukung,” katanya.


    Herman Deru juga mengingatkan agar para pengemudi ojol dapat menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas. Menurutnya, karena setiap hari berada di jalan dan berinteraksi dengan masyarakat, para driver memiliki peran penting dalam menciptakan budaya berkendara yang aman.


    Di sisi lain, Ketua DPD ADO Sumsel M. Asrul Indrawan menjelaskan bahwa gagasan pembangunan Kedai ADO Presisi bermula dari komunikasi antara komunitas ojol dengan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menjelang rencana kunjungan Kapolri ke Palembang.


    Saat itu, Kapolda Sumsel Sandi Nugroho menyampaikan keinginan Kapolri untuk bertemu langsung dengan para pengemudi ojol dan mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.


    “Dari komunikasi itu muncul ide untuk menyediakan fasilitas yang bisa membantu driver, baik sebagai tempat istirahat maupun tempat makan dengan harga terjangkau,” ujarnya.


    Kedai tersebut kemudian direnovasi dengan dukungan dari kepolisian hingga akhirnya diresmikan sebagai Kedai ADO Presisi yang dapat dimanfaatkan oleh para driver untuk makan, minum kopi, serta berkumpul.


    Selain membahas kesejahteraan, pertemuan tersebut juga menyinggung aspek keamanan bagi pengemudi ojol. Salah satu rencana yang akan dikembangkan adalah penerapan fitur panic button bagi para driver.


    Melalui fitur tersebut, pengemudi dapat langsung mengirimkan sinyal darurat kepada pihak kepolisian apabila mengalami kecelakaan atau menghadapi tindak kejahatan saat bekerja.


    Komunitas ADO sendiri telah memiliki sistem pelacakan lokasi internal untuk memantau posisi para driver. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat terhubung dengan kepolisian sehingga respons terhadap insiden di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.


    Asrul menilai dialog langsung antara Kapolri dan komunitas ojol di Palembang menjadi momen penting, karena belum pernah dilakukan di daerah lain.


    “Ini menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah dan kepolisian untuk mendengar langsung aspirasi para pengemudi transportasi daring,” katanya. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini